Badai yang tak terhindarkan

Oh pemimpin, raja di atas tahta,
Kau bersinar di dunia yang fana,
Kebal hukum, tak tersentuh marah,
Mengira dunia ini hanya milikmu saja.

Kolega-kolegamu, sahabat sejati,
Merampok, menipu, tanpa ampun lagi,
Kalian berkata, "Ini demi negara,"
Tapi yang kalian ambil hanya nyawa rakyat yang terluka.

Kini rakyat, yang sabar menunggu,
Kesabaran mereka sudah tak bisa tunggu dulu,
Mereka berdiri, marah membara,
Angin perubahan kini datang mendera.

Kau tertawa, mengira takkan terjatuh,
Namun tak ada kuasa yang abadi, tak utuh,
Hari ini mungkin matahari masih cerah,
Tapi awan gelap, siap menutup segala.

Siap-siaplah, wahai pemimpin berkuasa,
Karena badai marah sudah tak bisa ditahan,
Kekuasaanmu yang rapuh akan sirna,
Seperti pasir yang hilang diterpa angin yang kencang.

Saat itu, mungkin baru kau sadar,
Betapa kebohonganmu tak akan bertahan lama,
Dan rakyat yang dulunya diam membisu,
Kini bangkit, siap menuntut hak mereka yang utuh.

Bagus Abady,
Sudiang, Februari 2025
Share:

0 Comments:

Posting Komentar